Halal Bihalal Muslimat NU Batuputih, Wabup Eva Tekankan Kemandirian Ekonomi Melalui UMKM

  • Whatsapp

infobatuputih.com – Sambut Hari Ulang Tahun (Harlah) ke-76, Pimpinan Anak Cabang Muslimat Batuputih NU, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar Halal Bihalal. Senin, 30 Mei 2022.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri langsung Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Sumenep, Dewi Khalifah, berikut ratusan kader muslimat NU berpartisipasi mengikuti rangkain kegiatan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Juruan Laok, Kecematan Batuputih, setempat, dilaksanakan pada Minggu (29/05/2022) kemaren. Dengan mengangkat tema ‘Kemandirian Muslimat NU untuk Kesejahteraan Umat

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Batuputih, Wati, mengatakan bahwa Halal Bihalal tersebut, tak lain sebagai wujud masyarakat yang berkualitas dan sejahtera dalam bidang ekonomi.

“Selain kuat dalam ekonomi. Sebagai warga NU, tentu dapat memahami dan menjiwai tentang Ahlussunnah Wal Jamaah,” kata Wati ke pada media ini, Senin (30/05/2022).

Selain itu, lanjut Wati, pada momentum Harlah Muslimat ke-76, kader Muslimat bisa mengingat lahirnya muslimat pada 29 Maret 1946.

“Sehingga, kader Muslimat bukan cuma hafal pada lahirnya sendiri, tapi juga harus tahu tentang lahirnya salah satu organisasi yang lahir di tubuh NU,” imbuhnya.

Sementara itu, Dewi Khalifah selaku Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Sumenep, mengatakan bahwa, penopang terbesar pada sektor ekonomi di Indonesia itu adalah produk UMKM.

“Kader muslimat harus bisa mandiri melalui produk olahan teknologi kreatif,” kata perempuan yang akrab disapa Eva dalam sambutannya.

Untuk itu, lanjut Eva, pihaknya meminta agar pengurus muslimat, khususnya di Batuputih, untuk memulai menginventarisir potensi maupun olahan produk yang sudah bisa dikembangkan.

“Dari hasil inventarisir itu, maka akan mempermudah dalam melakukan pembinaan dan pendampingan,” tegas Eva.

Selain itu, perempuan yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, juga meminta agar setiap desa atau kepengurusan ranting minimal punya satu produk olahan unggulan sekaligus memproduksinya.

“Contoh produksi unggulan itu, seperti kacang tanah. Kemudian bisa dibuat bumbu pecel dan lainnya. Sehingga kami (Pemerintah-red) tidak harus mendatangkan dari luar Sumenep,” tutup Wabup Eva dalam sambutannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *